Bisnis Investasi-Amanah1 Bodong

TRIBUNNEWS.COM – Setelah Polda Yogyakarta menangkap salah satu Admin Konsorsium Investasi-amanah1 di Yogya dengan nama JOGJA DAMAI yang merupakan bagian dari Paguyuban Konsorsium yang berjumlah 68 Admin di seluruh Indonesia, mampukah Aparat Kepolisian membongkar sampai ke akar-akarnya Bisnis Investasi Bodong ini?

Bisnis Investasi Bodong dengan memakai nama berbau agamis bahkan memakai jebakan dengan program Umroh, membuat masyarakat berduyun-duyun mentransfer uangnya kepada para admin konsorsium.

Bisnis Investasi Bodong dengan nama Investasi-amanah1 atau disingkat IA-1, didalangi oleh seseorang yang bernama Much Sholeh Suaidi ST, dibantu dengan 68 Admin Konsorsium yang tersebar di seluruh Indonesia dan bermarkas di Jln. Hj Hasan No. 12 Dago Bandung.

IA-1 ini menggunakan website http://investasi-amanah1.com dan telah dihapus karena telah jelas tidak membayar sejak bulan Desember 2011.

Total uang masyarakat yang telah dihimpun mencapai lebih dari Rp 2,8 Trilyun dari 13 ribu membernya di seluruh indonesia.

Penipuan ini merupakan sebuah gerombolan Mafia yang didalamnya banyak tokoh penipuan di bisnis online investasi, mereka sudah memahami semua cara untuk menjerat mangsanya dan sampai bisa membuat masyarakat atau membernya menjadi tidak berdaya, bahkan sampai tidak berani melaporkan kasus penipuan ini dengan alasan takut uang mereka tidak kembali.

Mafia IA-1 ini sudah menggurita disemua lini, sehingga walau ada yang melapor ke Polisi pun kalau cuma sedikit tetap juga kalah banyak dengan laporan balik dari gerombolan mafia IA-1 ini yang mengatakan bahwa mereka dibayar dan yang lain itu hanya keterlambatan. Padahal jelas itu sebuah penipuan dan tidak membayar.

Kasus IA-1 tidak saja merugikan uang masyarakat, namun juga membuat mereka yang terjebak dalam bisnis investasi bodong ini mengalami pencucian otak dengan janji-janji yang membuai, dengan profit sebesar 200% sebulan atau dengan cuma investasi Rp 10 juta maka dalam waktu 5 bulan akan menjadi Rp 2,4 Milyar.

Mereka yang tadinya tukang ojek, menjual motornya dan ditambah hutang ke tetangga lalu duit sebesar Rp 10 juta di transfer ke IA-1 dengan harapan 5 bulan kemudian akan menjadi Milyarder.

Bukan sedikit kalau 13000 (tiga belas ribu) member telah terjebak oleh iklan IA-1 Suaidi ini dengan motto tidak ada yang dirugikan, di transfer sesuai tanggal transfer. Namun setelah berbondong-bondong masyarakat mentransfer uangnya di bulan Desember 2011 dan mencapai lebih dari Rp 2,8 Trilyun, dan sampai detik ini tidak ketahuan duit modal member kemana larinya.

Adakah Aparat Kepolisian bisa membongkar Kasus Besar ini berupa Bisnis Investasi Bodong bernama Investasi-amanah1 ?

Advertisements

About Rezki Handoyo

Informasi Berita Hiburan
This entry was posted in Hukum and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s