Konsorsium Investasi Amanah Jadi Buronan Polisi

Kasus penipuan berkedok investasi kembali menyeruak. Tak hanya investasi perdagangan mata uang asing (forex), emas, dan kendaraan bermotor yang menjadi aset untuk diputar demi mengeruk keuntungan.


Transaksi tak lagi secara online melalui jaringan internet. Pelaku melakukan temu darat alias bertatap muka langsung dengan para calon sasaran melalui ajang arisan. Sebelumnya, wilayah DIJ digoyang kasus investasi forex yang berhasil mengumpulkan pundi-pundi uang hingga Rp 194 miliar. Tersangkanya, Nur Sigit Cahyo, 35, pimpinan PT Cahaya Forex berhasil menggasak uang dari 19.460 investor.
”Kasus ini sudah P21 dan telah kami limpahkan ke kejaksaan,” ungkap Direktur Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Direkrimsus) Polda DIJ Kombes Pol Joko Lelono di Mapolda DIJ kemarin (14/5).
Polisi telah menangkap seorang tersangka lagi yang diduga terlibat. Yakni, Amaludin Hasibuan. Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai advokad ini berperan sebagai konsultan hukum, sekaligus pengacara Nur Sigit.
Amaludin ditahan sejak 1 Desember 2011. Namun, kelanjutan kasus Amaludin masih kabur.
Direskrimsus hanya menyebut masih memproses satu tersangka lagi dan belum P21 alias berkas belum lengkap. Ditanya siapa tersangka yang dimaksud, mantan Kapolres Gunungkidul itu enggan menyebut nama. ”Inisialnya A. Kan tahu sendiri siapa,” ucapnya.
Kasus penipuan lain diungkap selama 14 hari Operasi Pundi Progo 2012. Salah satunya berkedok transaksi valuta asing online. Dalam kasus ini polisi menggelandang Kok Huwat Tukimin, 46.
Warga Kemayoran, Jakarta, tersebut dicokok aparat setelah melakukan tindak penipuan dan penggelapan komunitas forex trading melalui perantara Sky East Investment yang bermarkas di London, Inggris. Sebagai seorang broker transaksi valuta asing, Tukimin bekerja cukup profesional. Dia menyewa Kafe Dixie di Jalan Gejayan, Caturtunggal, Depok sebagai kantor forex trading.
Para korban dimintai deposit sejumlah uang ke rekening Tukimin. ”Kerugian masih kami hitung. Diperkirakan mencapai triliunan rupiah,” ungkap Direskrimsus.
Tersangka ditangkap di kantornya akhir April. Polisi juga mendalami pemeriksaan konsultan trading bernama Ardi alias Emanuel yang diduga terlibat dalam kasus yang membelit Tukimin. Ardi adalah pelatih komunitas Forex Trading di Kafe Dixie.
Kasus penipuan lain melibatkan banyak jaringan. Satu kasus yang berhasil diselidiki adalah investasi emas barokah (uang tunai) dan investasi sepeda motor. Selama dua pekan terakhir pelaku menipu ratusan korban. Hanya delapan korban yang melapor resmi ke Polda DIJ.
Polisi tak hanya menyelidiki pelaku utama. Tapi, mencermati sasaran bisnis investasinya. Sebab, setiap korban juga berpotensi menjadi pelaku penipuan. Enam korban merugi hingga Rp 200 juta telah diperiksa sebagai saksi. Tiga warga Sleman dinyatakan sebagai tersangka. Mereka adalah Saraswati, 47, warga Candibinangun, Pakem dan Rina, 44,Condongcatur, Depok. Keduanya diduga telah mengajak masyarakat dalam bisnis arisan investasi emas, motor, sawah, dan barang berharga lain.
Seorang tersangka lagi yakni M. Suhaedi alias Sholeh, pendiri kantor Investasi Amanah di Bandung. Dia masih diburu polisi. Sholeh yang diduga menjadi otak penipuan telah masuk dafar pencarian orang Polda DIJ.
Polisi juga mengejar Riyanto, 35, pendiri Yogya Damai, semacam kantor cabang Investasi Amanah di Jogja. ”Ini konsorsium. Pusatnya di Bandung bernama Investasi Amanah. Total ada 62 konsorsium di Indonesia di bawah naungan Investasi Amanah,” jelas perwira menengah Polri ini. Selama empat bulan beroperasi di DIJ, Yogya Damai menggasak uang korban hingga Rp 19 miliar.
Kasus serupa terjadi dengan investasi sepeda motor. Korban diminta menyerahkan uang Rp 3 juta dan dijanjikan memperoleh satu sepeda motor dengan mengangsur Rp 200 ribu per bulan. Cicilan hingga empat kali.
Joko menjelaskan, kasus ini terungkap dari laporan seorang korban, Sulistiyatun. Dia dijanjikan Saraswati dan Rina dapat untung hingga 200 persen setelah investasi Rp 200 juta. Keuntungan dibayar sesuai harga emas.
Janji tinggal janji. Tak seorang pun dari dua tersangka itu melunasi pembayaran sesuai perjanjian.
Kasubdit I Reskrim Khusus Polda DIJ AKBP Marpaung mengatakan, selama penyelidikan telah menyita beberapa dokumen dan empat buku tabungan para tersangka. ”Rekening telah kami blokir,” katanya. Hanya, sejak diperiksa polisi tak menahan para tersangka karena dinilai kooperatif saat dimintai keterangan.Sumber

About Rezki Handoyo

Informasi Berita Hiburan
This entry was posted in Hukum and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s