Hati-hati Tertipu Bisnis Online – Speedline

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Barelang, Kompol Yos Guntur mengingatkan warga Batam agar lebih jeli dan tidak termakan bujuk rayu investasi online yang menjanjikan keuntungan besar. Hal itu diungkapkan Yos menanggapi adanya laporan penipuan bisnis online ke Mapolresta Barelang.

“Cermati dulu, gimana nanti seandainya pembayaran tersebut tak keluar. Ada tidak kantornya untuk klaim seandainya tak dibayar,” terangnya.

Menurut Yos, jika tak hati-hati tak menutup kemungkinan banyak orang jadi korban penipuan bisnis tersebut. “Intinya, waspada dan berpikir yang bisa diterima nalar dan logika. Kalau tidak, ya jangan ikut. Coba, kalau sudah tertipu seperti itu, siapa orang yang akan dicari untuk bertanggung jawab membayarnya,” jelasnya.

Rida, warga Anggrek Sari, yang melaporkan Vincent dan Meri ke Mapolresta Barelang, pekan lalu, tertipu bisnis Speed Return. Rida dan tujuh temannya tertipu bisnis uang secara online. “Tapi, dia melapor atas nama dirinya sendiri yang katanya ditipu upline-nya, Vincent,” ujar Yos Guntur.

Dari keterangan Rida, masih ada empat kawannya yang juga tertipu bisnis yang sama, namun belum melapor ke Polresta Barelang.

Sampai saat ini, kata Yos, baru ada satu orang yang melaporkan adanya kasus penipuan bisnis uang secara online yaitu Rida.

“Dia itu melapor karena dia dijanjikan oleh orang yang katanya namanya Vincent. Duit Rida yang sudah diberikan ke Vincent sebesar Rp3 juta yang katanya bisa jadi Rp4,6 juta, pas jatuh tempo di hari ke 21, ditagih orangnya malah kabur,” katanya.

Sementara di Batuaji, peserta bisnis uang Speedline banyak yang ketar-ketir. Mereka cemas jaringan yang kerap disebut ternak uang itu tutup. Padahal rata-rata modal awal mereka Rp7 juta dan hingga saat ini belum kembali.

“Saya sudah masuk level Diamond satu dan Silver dua, saya baru ambil keuntungan Rp2,5 juta. Sementara modal saya Rp7,5 juta. Masih sisa Rp5 juta. Setelah membaca berita di media saya jadi khawatir,” ungkap Tony, salah satu peserta Speedline di Perumahan Tembesi.

Tony mengaku takut modalnya tak kembali. “Kalau tutup situsnya mau gimana lagi. Karena peserta Speedline punya komitmen awal bahwa di jaringan bisnis dunia maya itu harus terima risiko jika situsnya tutup,” ungkapnya.

Meskipun sesuai komitmen 100 hari kerja baru balik modal, Tony tetap berharap agar modalnya segera dikembalikan.

“Kalau begini, yang saya harap bukan bunganya tapi cukup modal dikembalikan. Baru dua minggu saya bergabung sudah kacau begini, kapan 100 harinya,” tuturnya.

Jamal, warga Putri Hijau Sagulung, peserta lainnya juga mengaku pasrah. Dia sudah memasuki level Diamond namun keuntungannya yang sudah ditarik belum sebanding dengan modal awal. “Saya masuk Rp7,5 juta, tapi baru kembali Rp3 juta. Gimana nggak khawatir,” ungkapnya. (eja)

Sumber Batam Pos

About Rezki Handoyo

Informasi Berita Hiburan
This entry was posted in Nasional and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s