Kredit Usaha Diselewengkan ke Valas

CILACAP- Sejumlah kredit usaha dari perbankan dipastikan macet menyusul penipuan bisnis valas oleh Kepala Desa Kawunganten Lor, Kawunganten, Cilacap, SL. Paling sedikit 123 orang tertipu dengan nilai kerugian sekitar Rp 2,4 miliar.

Ketua II LSM Kompak, Samail (44), kemarin menuturkan dari hasil penelusurannya hampir seluruh peserta bisnis valas memperoleh modal dari perbankan. Dengan alasan untuk kredit modal usaha, banyak warga yang kemudian ”menyelewengkan” dana pinjaman tersebut untuk berinvestasi valas.

”Kredit dari bank tersebut sebagian benar-benar digunakan untuk usaha, namun sebagian lainnya dijadikan modal untuk ikut bermain valas,” imbuhnya.

Warga menggadaikan sertifikat tanah dan BPKB kendaraan bermotor sebagai jaminan kredit usaha. SL merupakan pengepul dari PT Fattriyal Member asal Palembang, Sumatera Selatan.

Adapun alamat cabang perusahaan tersebut di Cilacap yakni di Jalan Tengah RT 25/8 Desa Pagubugan, Kecamatan Binangun.

SL yang menjadi ”pengepul” dana masyarakat karena pengaruhnya sebagai kades, kini menghilang setelah uang yang dihimpun diselewengkan ke perusahaan valas PT Cahaya Forex Yogyakarta.

Perusahaan terakhir telah menghentikan seluruh aktivitasnya setelah Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) memaksa perusahaan tersebut untuk tidak lagi melakukan aktivitas perdagangan berjangka (forex) lewat surat dari Bappebti No 115/BAPPEBTI/.2/SD/2011.

Dalam situs resmi PT tersebut (http://mandiriviesta.com-red) tertulis permohonan maaf kepada seluruh investor baik pusat maupun cabang akibat permasalahan tersebut. Lewat situs itu pula manajemen perusahaan menjanjikan pengembalian modal kepada investor secara bertahap yang akan dimulai tgl 15 November 2011-15 Agustus 2012.

Enggan Melapor

Icon Eksekutif PT Fattriyal Member Kecamatan Kawunganten, Mubayadi, menuturkan meskipun SL berstatus sebagai nasabah sekaligus pengepul PT Fattriyal Member, namun dana diberikan kepada perusahaan lain. Artinya, hanya uang nasabah yang disetorkan ke PT miliknya yang aman.

”Uang yang dihimpun SL diserahkan semua atas nama SL, bukan perorangan. Pada perusahaan kami ada uang senilai Rp 1,070 Miliar dan uang itu bisa dicairkan kapan saja selama yang mengambil SL sendiri,” ungkapnya.

Salah seorang korban, Cahyono, menuturkan ia dan korban lain masih menunggu SL dan keluarganya pulang. Diharapkan persoalan bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan dengan sebaik-baiknya.

Warga yang menjadi korban selama ini enggan melaporkan kepada polisi. Kebanyakan dari mereka khawatir jika melapor maka kemungkinan uang milik mereka kembali pun akan semakin kecil. Mengingat proses hukum terlebih pidana memakan waktu cukup panjang pula.

”Kami harap SL bisa segera kembali dan mengembalikan semua hak kami, apalagi perusahaan Cahaya Forex juga sudah menjanjikan uang akan kembali meski secara bertahap,” terangnya.

Pimpinan BI Purwokerto, Dudi Herawadi, sempat berujar jika pihaknya telah membentengi agar perbankan tidak salah pilih nasabah yang hendak mengajukan permohonan kredit. Hal tersebut dilakukan agar kreditur tidak ”menyelewengkan” dana yang dipinjamkan untuk ikut bermain valas, mengingat terlalu tingginya risiko dalam bisnis investasi tersebut.

”Kejadian di Kawungangten tidak berpengaruh terhadap perbankan, karena sebelumnya kami telah mengantisipasi setelah sebelumnya kejadian sejenis terjadi di Wonosobo,” ujar Dudi.(cs,H59-17)

Sumber: Suara Merdeka

About Rezki Handoyo

Informasi Berita Hiburan
This entry was posted in Nasional and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s