Kawin Kontrak di Puncak Bikin Warga Marah

Menjamurnya kembali praktik kawin kontrak dan pelacuran di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat membuat gerah sejumlah ulama dan tokoh masyarakat muslim setempat. Mereka mendesak adanya tindakan tegas dan proaktif dan pemerintah.

“Kami tak mau sebutan Puncak sebagai daerah wisata juga dikenal sebagai kawasan praktik kawin kontrak dan prostitusi. Sebab itu pemkab harus segera bertindak, jika tak mampu biarkan kami yang bertindak sendiri,” ujar Hidayatullah, tokoh masyarakat Cisarua, Rabu.

Sebelumnya sejumlah alima ulama dan santri yang tergabung dalam masyarakat muslim Puncak mendatangi kantor Kecamatan Cisarua. Mereka menuntut tindakan tegas pemkab terhadap maraknya praktik kawin kontrak dan prostitusi. “Kami warga Kampung Warung Kaleng, Desa Tugu Utara, yang tahu benar kondisi di sana. Pelacur dan praktik kawin kontrak masih ada. Kami minta pemerintah bertindak, sebab jika dengan imbauan berupa spanduk tak mempan, ” ujar Munajat, ulama setempat.

Menurut dia, tingginya angka kemaksiatan di kawasan wisata Puncak menimbulkan keresahan bagi masyarakat. “Umumnya dilakukan oleh turis asing yang berlibur,” tuturnya.

Camat Cisarua, Teddy Pembang berjanji, segera menindaklanjuti semua keluhan. “Kami akan segera berkoordinasi dan menggelar operasi,” katanya. Menurut dia, muspika akan melakukan operasi besar-besaran. Namun, akan merahasiakan waktu dan tempatnya, mengingat razia seringkali bocor.

Ia menyesalkan, adanya warga di bawah umur namun telah beberapa kali melakukan kawin kontrak. Bahkan, ada warga yang hamil tanpa tahu siapa ayahnya.

Sedangkan Kepala Kantor Imigrasi Bogor Bambang Catur berjanji akan memperketat pengawasan terhadap turis asing yang berlibur di kawasan Puncak, khususnya dari Timur Tengah. “Pengawasan untuk meminimalisir pelanggaran yang sering dilakuan turis Arab seperti kasus kawin kontrak dan praktik prostitusi,” ujarnya.

Namun, berdasarkan catatannya, turis Arab hanya melanggar aturan-aturan umum seperti tak menggunakan helm saat berkendara dan membuang sampah sembarangan. Ia juga tak mengelak, adanya turis asing yang datang dengan cara ilegal. “Jika ada laporan dari masyarakat soal turis illegal pasti kita jemput paksa turis itu,” katanya.

Sumber: Poskota

Advertisements

About Rezki Handoyo

Informasi Berita Hiburan
This entry was posted in Nasional and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s