Lagi Lagi Penipuan Berkedok Investasi

PALEMBANG, SRIPO — Hasbullah (45) berteriak lantang. Bersama ratusan investor lain di kantor CV Fadilah Jl RA Abusamah, Kelurahan Sukajaya, Sukarami, Jumat (8/7) pagi, ia mendesak pengelola segera mencairkan dana bagi hasil yang tersendat tiga bulan terakhir.

“Kami sudah tidak percaya dengan janji-janji yang tidak ditepati. Memang uang saya sedikit dibandingkan uang teman yang lain tapi bagi saya nilai uang tersebut besar sama dengan nilai orang lain,” katanya dengan nada keras.

Habullah tidak puas CV Fadilah menjanjikan uang bagi hasil yang akan diserahkan pada investor secara bertahap mulai 20 Juli mendatang. Dijanjikan, setiap hari akan disediakan dana Rp 100 juta untuk minimal lima investor.

Investor lainnya ikut bersuara menggugat laporan keuangan CV Fadilah yang tidak terbuka bagi penyandang dana. Sementara pihak manajemen CV Fadilah menjawab karena mereka bukan PT (Perseroan Terbatas) maka tidak perlu ada neraca keuangan yang dipublikasikan.

“Jika neraca keuangan perlu dipublikasikan, maka akan dipotong pajak Pak. Apakah uang bagi hasil bapak dan investor lainnya mau dipotong pajak,” kata seorang staf CV Fadilah melalui alat pengeras suara.

Pertemuan antara CV Fadilah selaku pengelola dana investasi dengan pemilik modal berlangsung selama 1,5 jam. Awalnya berlangsung kondusif, tapi mulai panas saat membahas pembagian hasil.
Itu merupakan pertemuan kedua secara resmi kedua belah pihak. Sehari sebelumnya, Kamis (7/7), CV Fadilah mengundang investor untuk mencari solusi dan kesepakatan pengembalian modal investasi.

Sejumlah investor minta modal dikembalikan. Fauzi (54), yang menemani istrinya, mengatakan, uang tersebut akan digunakan untuk biaya putrinya kuliah. Salah salah seorang investor mengatakan, pada pertemuan pertama itu juga terjadi ketegangan.

Sementara kemarin, ratusan investor datang ke CV Fadilah sejak pukul 08.00. Puluhan mobil Innova, Jazz, Avanza, Xenia dan sejumlah merek lain parkir di pinggir Jl Abusamah di depan rumah minimalis bercat hitam dan di ruang kosong samping kiri kanan kantor. Ada juga yang mengendarai motor.

Pagar kantor setinggi sekitar dua meter yang bercat hitam hanya terbuka setengah saja. Petugas keamanan CV Fadilah berpakaian safari menyambut dan melayani investor dari parkir sampai masuk halaman kantor. Terlebih dahulu mereka mengisi absen.

Rapat dipandu seorang mediator dan jajaran pimpinan CV Fadilah. Mereka menjelaskan kepada investor mengenai kondisi yang terjadi dalam perusahaan. Melalui mikrofon pengeras suara, pengelola CV Fadilah, Hendri minta maaf kepada investor mengenai kondisi yang sedang terjadi.

Dijelaskan, CV Fadilah akan membagikan uang bagi hasil kepada investor mulai 20 Juli nanti. Pada hari pertama disediakan dana Rp 100 juta, begitu selanjutnya uang dibagi sesuai jadwal yang akan ditetapkan.

Salah seorang investor dengan nada tinggi mempertanyakan apa jaminan CV Fadilah agar investor percaya dan tidak kecewa. Jawaban dari jajaran CV Fadilah, dari dulu usaha ini dijalankan dengan sistem kepercayaan.
“Jadi diminta kepada para investor, untuk selalu tetap percaya kepada CV Fadilah,” katanya.
Bisnis Keluarga

Informasi yang dihimpun Sripo, CV Fadilah sudah tujuh tahun mengelola dana investasi. Awalnya ini bisnis keluarga, tapi kemudian banyak yang tertarik sehingga diubah menjadi perusahaan berbadan hukum.

Saat ini tercatat ada 500 investor yang menanamkan uangnya di CV tersebut. Mereka bekerja di BUMN, PNS, dan swasta. Masing-masing investor menyetor uang minimal Rp 10 juta sampai ratusan juta. Total dana diperkirakan miliaran rupiah.

CV Fadilah punya usaha di bidang perkebunan karet di kawasan Muba dan Ogan Ilir. Saat ini sedang dilakukan pengembangan tambak ikan. Sistem bagi hasil setiap bulan sebesar 7 persen dari modal yang ditanamkan investor.

Investor mengatakan, awalnya pembayaran lancar lewat rekening bank. Kemudian uang ambil langsung di kantor CV Fadilah di Jl Angkatan 66 Sekip Ujung (sebelum pindah ke Jl RA Abusamah). Belakangan, terhitung pembayaran April, Mei, Juni dana bagi hasil tersendat.

“Dulu tidak pernah macet, tapi sekarang ini mulai dari bulan April menjadi macet. Saya sudah lebih 20 kali datang ke sini untuk meminta uang bagi hasil, tapi tidak pernah dapat,” ungkap seorang investor di halaman kantor sebelum pertemuan digelar.

Ungkapan kekecewaan itu ditanggapi investor lainnya.
“Tenang saja, Pak, kita segel rumah ini jika uang kita tidak dibayar,” ujarnya.
Seorang investor yang tidak mau disebutkan namanya mengaku bergabung dengan CV Fadilah tiga bulan yang lalu menyetor modal sebesar Rp 50 juta. Janji pengelola dia dapat dana bagi hasil Rp 3,5 juta per bulan.

“Tapi sampai saat ini saya belum dapat seperser pun. Setahu saya usaha yang dikelola CV Fadilah antara lain, usaha perkebunan karet, tambak ikan, dan showroom mobil,” kata dia.
Sripo mencoba minta konfirmasi kepada Hendri, selaku Direksi CV Fadilah, tapi belum sempat Hendri menjawab beberapa staf mengambil alih pembicaraan.

Staf Hendri bernama Andre mengatakan, permasalahan ini hanya bersifat interen dan bukan komsumsi publik.

“Intinya di sini tidak ada apa-apa, dan jika ada yang perlu kami sampaikan, pasti kami akan menghubungi Anda,” kata Andre. (tim)

Sumber : Sriwijaya Post

Advertisements

About Rezki Handoyo

Informasi Berita Hiburan
This entry was posted in Hukum and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s