Kuasa Hukum Bowo Jenggot Diusir Pihak Korban

Sidang Perkara Pulsa Elektrik Ditunda
KOTA MANNA, BE – Sidang lanjutan perkara dugaan penipuan jual beli pulsa elektrik dengan terdakwa pengusaha dari Wonosobo Jawa Tengah (Jateng), Muhammad Sulaiman Wibowo alias Bowo Jenggot di Pengadilan Negeri (PN) Manna siang kemarin terpaksa ditunda. Pasalnya terdakwa Bowo Jenggot menolak sidang digelar tanpa didampingi oleh pengacara.

Sebenarnya kuasa hukum Bowo Jenggot, Irawan SH dari Kantor Pengacara Irawan SH dan rekan sudah tiba di PN Manna sekitar pukul 10.00 WIB siang kemarin. Saat tiba di PN Manna, Irawan kemudian menemui panitera pengganti untuk menanyakan jadwal sidang Bowo Jenggot.

Setelah menemui panitera, dia bermaksud untuk mengambil tas di dalam mobil Avanza yang dibawanya bersama sopir, tetapi tiba-tiba datang Wahyudi, yang merupakan korban dalam kasus Bowo Jenggot. Dia bertanya kepada Irawan kalau apa kepentingan Irawan datang ke PN Manna. Waktu itu dijawab oleh Irawan kalau dia merupakan kuasa hukum hukum Bowo Jenggot.

“Tiba-tiba saya tidak tahu masalahnya lelaki yang mengenakan pakai safari (Wahyudi) datang sambil menunjuk-nunjuk. Diantaranya ada yang mendorong-dorong tubuh saya supaya saya pergi dari pengadilan. Saat saya akan masuk dalam mobil, ada yang menendang mobil saya bahkan mendorong pintu mobil,” terang Irawan.

Akibat keributan itu, pegawai PN Manna termasuk hakim langsung ke luar untuk mengetahui apa yang sedang terjadi. Memang keributan itu sempat dihentikan, setelah salah satu hakim PN Manna meminta keributan dihentikan. Sementara Irawan bersama sopirnya, Ari langsung pergi mengamankan diri.

Keributan antara korban pulsa elektrik dengan pengacara itu ternyata sampai ke telinga Kapolres BS AKBP Drs Jauhari dan Kajari Manna Reswali Hermawan SH yang sedang mengikuti acara coffee morning di Aula Rumdin Bupati BS. Sehingga Kapolres langsung menurunkan anggota untuk datang ke PN Manna untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

Tampak Kasat Reskrim AKP M Arif, Kasat Sabhara AKP Munawan, Kanit Pidum Ipda Thabroni, Kanit Tipikor Iptu Ahmad Mega dan para anggota. Sementara Kajari Manna langsung turun ke PN Manna untuk mengetahui hal yang terjadi.
Sementara itu setengah jam kemudian, saat sidang akan dimulai Majelis Hakim yang diketuai Djaniko MH Girsang SH MHum menyampaikan kepada terdakwa Bowo Jenggot apakah siap mengikuti sidang, namun Bowo meminta didampingi oleh pengacara.

Sedangkan pengacara Bowo ketika dihubungi ternyata sedang berada di Mapolres BS, dia melaporkan perbuatan tidak menyenangkan dilakukan Wahyudi. Mengetahui pengacara tidak bisa hadir, majelis hakim akhirnya memutuskan sidang ditunda hari ini. Padahal rencananya sidang kemarin akan mendengarkan keterangan 6 saksi korban. Bukan hanya dari Bengkulu Selatan, tetapi juga ada dari Arga Makmur Bengkulu Utara, Kota Bengkulu, dan 1 orang dari Pulau Jawa.

Sebelum menutup sidang, Djaniko sempat menasehati para saksi korban untuk tidak menghalangi tugas pengacara atau penasehat hukum. Karena mereka bekerja juga dilindungi oleh undang-undang. “Hak semua orang diatur undang-undang, baik itu korban atau terdakwa. Dia berhak mendapatkan pembelaan yaitu dari pengacara. Itu dilindungi undang-undang. Jika kalian menghalangi tugas pengacara, maka sama saja kalian menentang undang-undang,” terang Djaniko.(911)

Sumber : http://bengkuluekspress.com/?p=6379

About Rezki Handoyo

Informasi Berita Hiburan
This entry was posted in Hukum and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s